Seorg perempuan pendosa
Menangisi kehidupan
Meratapi nasib tanpa menjerit
Dia hanya mengisakan air mata
Sebagai luapan emosi
Tentang segala beban
Tentang segala sesal dan kebodohan2 hebat yg telah ia lalui
Di sebuah pagi dia tak ingin mengatakan segala apapun dan untuk siapapun
Hanya pagi, bantal dan isak tangis
Membisukan angkuh
Menyombongkan wajah seolah dia baik baik saja
Coba tepuk pundaknya....
Lepaskan topengnya
Temani dia...
Buang kesedihannya Berjalanlah bersamanya..
Dia takut sepi
Dia takut untuk sendiri lagi
Dan Katakan...
Bahwa kau takkan melepaskan tangannya
Karena kau tahu bagaimana pedihnya
sebuah kehilangan...
-motha
No comments:
Post a Comment